Goresan Cerita

A Simple Blog

Malaikat Yang Jahat (Tetaplah Mempesona)

Ada yang berkutat dalam otakku.
Ada yang janggal dalam hidupku.
Ada yang tak pas dalam senyumku.

Itulah gambaran yang kuperoleh tentang dirimu..
Mungkin bagimu aku gombal atau pengacau yang lusuh akan kondisinya.
Tapi aku bisa membuktikan akan keberadaanku.
Bahwa aku pernah mencobanya sebagai seorang yang pernah gagal.
Diketahui dan ditampar, aku pernah gagal akan dirimu.
Ya, kaulah malaikat yang tak terbang dan malaikat kejam.
Memenangkan semuanya atas pertarungan ini.

Sekali lagi terima kasih, aku telah diketahui bahwa aku pernah gagal akan dirimu.

Beberapa bait sajak lugas dari mas ariemerah

Sedikit Tentang “Deru Tjampur Debu”

Siapa yang tidak tahu Chairil Anwar?, semua pasti tahu ia seorang pelopor angkatan 45′ dan puisi modern Indonesia. Faktanya, hampir semua tulisan-tulisannya merujuk pada kematian. Tulisan-tulisannya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan jepang dan tidak ditebitkan hingga tahun 45′.

Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku, salah satunya adalah yang berjudul “Deru Tjampur Debu”.

Deru Tjampur Debu adalah buku antologi atau kumpulan puisi dari Chairil Anwar. Buku ini pertama kali diterbitkan oleh PT Pembangunan Jakarta pada tahun 1949. Terakhir, buku ini diterbitkan oleh Dian Rakyat Jakarta pada tahun 2008.

cover deru tjampur debu

Isi buku ini berupa 45 judul puisi yang mencerminkan perjuangan tak pernah padam dan terus membahana dalam perjalanan waktu. Karya-karyanya ditulis akibat dorongan semangat perjuangan melawan kaum penjajah, baik Belanda dengan tentara Sekutu maupun Jepang yang menjajah bangsa Indonesia.

Walaupun sang penulis telah pergi, kita masih bisa menikmati karya-karyanya di masa sekarang, dan tentu banyak yang menyukai karya-karyanya.. 🙂

Mencoba Memahami Makna Lirik Lagu “Desember – Efek Rumah Kaca”

Sekilas lirik lagu Desember oleh Efek Rumah Kaca ini terlihat seperti menceritakan euforia kesenangan dan kebahagiaan tersendiri akan datangnya hujan dengan intensitas besar pada bulan Desember. Sekilas juga terlihat menceritakan mengenai penantian seseorang yang begitu menrindukan kekasih atau orang dicintainya yang diibaratkan pelangi yang menunggu hujan reda pada lirik lagu terebut. Banyak berbagai sudut pandang dan prespektif yang berbeda-beda dengan kacamata yang berbeda pula untuk memahami makna lirik lagu ini. Lalu, apakah makna sebenarnya yang terkandung di dalam lagu Desember ini?

Menurut saya, arti dalam lagu Desember ini adalah menceritakan dua kejadian sebab-akibat dengan kondisi yang berlawanan yang menjadi fenomena global saat ini. Kejadian yang pertama, dengan datangnya hujan pada bulan Desember memberikan berkah bagi petani kita dengan kondisi kekeringan yang dialami sehingga berakibat tiada lagi masa-masa kekeringan berkepanjangan.

Sedangkan kejadian yang kedua adalah datangnya hujan di bulan Desember memberikan kesedihan dan kesusahan bagi mereka yang dilanda bencana banjir sehingga berakibat memunculkan duka dan lara bagi mereka yang terkena musibah.

Dasar saya mengatakan kalau makna dari lagu Desember ini menceritakan dua kejadian yang berbeda adalah adanya adanya perbedaan karakter yang disampaikan tentang hujan bulan Desember, yaitu Suka dan Tidak Suka. Suka saat hujan bulan Desember atau menenanti hujan segera berhenti dan reda.

Pemahanan saya tentang makna lagu ini bisa saja berbeda dengan pemahanan teman-teman sekalipun pencipata lagu aslinya 😀

Ini loh lirik lagu Desember oleh Efek Rumah Kaca

DESEMBER
Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Dibalik awan hitam
Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember,
Di bulan Desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

Blog Ku

Sudah lama ga menulis. Banyak cerita dan pengalaman yang terlewati tp gak tertulis dalam blogku. Ceritanya ingin kembali niat nulis dengan blog baru ini, karena blog lama sudah lupa passwordnya 😦 hehehe.

Salam.